Minggu, 27 Juni 2010

Sejumlah Negara Bidik Animator Cimahi

DALAM menggarap industri kreatif di Kota Cimahi, pemerintah tidak berpikir untuk mengejar keuntungan langsung. Namun lebih kepada bagaimana masyarakat dapat melakukan sesuatu yang bermanfaat dan pada akhirnya untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Karena minimnya sumber daya alam (SDA) dan terbatasnya lahan yang dimiliki, Kota Cimahi harus mengembangkan sumber daya lain yang dimiliki sebagai tulang punggung dan soko guru pembangunan ke depan. Dengan komposisi penduduk yang didominasi usia produktif, pembangunan berbasis sumber daya manusia (SDM) untuk mewujudkan Cimahi sebagai kota industri kreatif sangat mungkin dilakukan.

Salah satu arah menuju pengembangan industri kreatif sudah dimulai. Putra-putri SMKN 1 Cimahi saat ini sedang mengembangkan produk laptop made in Cimahi dan jika berhasil, Kota Cimahi menjadi kotamadya pertama di Indonesia yang memproduksi laptop hasil karya putra-putri daerahnya.

Di samping itu, beberapa infrastruktur pun sedang dibangun saat ini. Dalam waktu tidak lama lagi, Kota Cimahi akan memiliki Gedung Cimahi Cyber City (C-3) yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian. Gedung C-3 ini nantinya akan mewadahi komunitas keahlian di bidang informasi teknologi (IT) sekaligus menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri kreatif di bidang IT.

Sebagai contoh, tentang animasi untuk kelas dunia, berarti bicara tentang omzet yang bisa dihasilkan dari animasi kurang lebih Rp 900 triliun. Tentu saja angka tersebut sangat menggiurkan. "Oleh karena itulah mengapa IT harus terus dikembangkan, dan salah satunya dengan memasukkan IT sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. Tidak cuma itu, Cimahi punya Cimahi Creative Assosiation (CCA), yaitu wadah bagi pelaku industri kreatif atau anak-anak yang memang memiliki kemampuan atau sedang menggeluti berbagai hal yang berhubungan dengan industri kreatif, khususnya dalam bidang IT atau animasi," jelas Kepala Kantor Penanaman Modal Kota Cimahi, Benny Bachtiar.

Komunitas animasi

Untuk memaksimalkan kualitas, CCA juga punya komunitas animasi. Di komunitas ini mereka biasa melakukan pelatihan tentang animasi dan java mobile. Di Cimahi, animasi sudah sangat bagus. Bahkan beberapa negara seperti Turki dan Malaysia pernah datang untuk melihat potensi para penggiat animasi Cimahi.

Yang pasti, kondisi industri kreatif di Cimahi saat ini sedang mengalami pertumbuhan. Tercatat ada sekitar 410 industri kreatif. Dalam segi ekonomi kondisi industri kreatif di Kota Cimahi masih bergerak di bidang kuliner dan masih usaha skala kecil. "Beberapa pelaku usaha kecil di Cimahi masih perlu pelatihan, untuk mengembangkan usahanya. Mereka perlu pelatihan untuk mendesain dan mengelola," paparnya.

Bahkan, lanjutnya, jika bidang-bidang tersebut dapat berkembang dengan baik, maka pihaknya akan menjadikan Baros sebagai pusat kreativitas dan pusat wisata kuliner serta produk lokal Cimahi.

"Letak Baros yang strategis membawa keuntungan tersendiri bagi kami, karena merupakan lintasan antara Jakarta-Bandung. Berdasarkan data yang kami miliki, setiap week-end kurang lebih 50.000 pendatang melintasi jalur Baros. Hitung saja, jika setiap orang bisa mengeluarkan Rp 30.000 saja dengan menikmati wisata Cimahi, coba bayangkan pendapatan APBD Cimahi, tentu akan berkembang. Kondisi tersebut sangat membantu pertumbuhan perokonomian Cimahi," tambah Benny.

Ditambahkannya, banyak hasil produktivitas masyarakat Cimahi yang bisa menjadi kebanggaan, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga tempat-tempat kebudayaan, karena Cimahi memiliki kawasan yang kaya dengan cagar bangunan tempo dulu. Kendati demikian, lanjutnya, yang menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Cimahi agar rencana tersebut dapat terealisasi dengan baik, maka harus terus melakukan pembinaan, promosi, serta rutin melaksanakan acara-acara kreatifitas yang dapat digendakan secara berkala.

"Banyak rencana yang tengah kami siapkan. Yang pasti kita tidak mengambil keuntungan basar secara langsung, terlebih dalam bentuk materi. Kita harapkan dapat menguntungkan dalam jangka panjang yang mungkin akan dirasakan para generasi penerus Kota Cimahi," tandasnya. (tri widiyantie/"GM")**


Sumber :
http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100626130642&idkolom=indies

26 Juni 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar